Jumat, 09 November 2012
Valuasi dan Strategi
Valuasi merupakan cara atau metode, untuk menghitung harga wajar teoretis dari suatu aset, misalnya saham. Apabila harga pasar berada di bawah harga teoretisnya, maka saham dikatakan dalam kondisi undervalue, dan direkomendasikan untuk beli. Saham yang overvalue, direkomendasikan untuk jual.
Namun mengapa harga suatu saham dapat berada dalam kondisi yang secara valuasi undervalue ataupun overvalue dalam waktu yang cukup lama? Apakah karena pasar tidak efisien?
Problemnya adalah, dalam pasar yang efisien sempurna, tidak ada insentif bagi pelaku pasar untuk melakukan jual atau beli, karena harga saat ini sudah berada dalam kesetimbangan dan harga ke depan benar-benar tidak diketahui. Apabila ada suatu berita positif, harga akan menyesuaikan seketika, sehingga tidak ada kesempatan untuk memperoleh profit.
Tetapi pelaku pasar perlu untuk profit, kalau tidak pernah profit akan quit. Sehingga diperlukan strategi.
Valuasi dapat dijadikan dasar dari strategi, seperti membeli saham-saham yang undervalue, dan menjual saat overvalue.
Tetapi apabila strategi tersebut menjadi pengetahuan pasar, maka pasar akan kembali efisien dan tidak dimungkinkan untuk mengeksploitasi strategi tersebut kembali, dan diperlukan strategi lain. Sehingga, valuasi tidak selalu menjadi patokan kesetimbangan bagi strategi, karena pelaku pasar banyak yang mengetahui strategi ini, sehingga dampaknya sudah priced-in.
Maka dalam pasar yang berada dalam kesetimbangan secara valuasi, diperlukan strategi lain. Setiap pelaku pasar memiliki strategi unggulannya masing-masing, dan suatu strategi, tidak akan tetap bertahan terus untuk menghasilkan keuntungan, karena informasi yang terus tersebar. Pasar akan menjadi medan pertarungan bagi strategi-strategi tersebut, dan akhirnya strategi yang adaptif yang akan bertahan.
BK Wibowo
@
Langganan:
Komentar (Atom)