Rabu, 10 April 2013

Keuntungan Backdoor Listing


Kalau mau IPO melalui rule resmi, butuh waktu yang lama karena ada due diligence dan paperwork, dan lainnya. Waktu yang dibutuhkan mungkin bisa setahun lebih, karena harus memenuhi persyaratan-persyaratan, harus menghitung fee besar untuk penjamin emisi, dsb.

Keuntungan backdoor tentunya jauh lebih mudah untuk mendapatkan status public company.

Tujuan selanjutnya :
  1. bisa right issue nanti ke depan untuk mendapatkan modal baru.
  2. bisa juga mengeluarkan warrant untuk nanti diexercise
  3. mempermudah untuk mendapatkan pinjaman bank ataupun pinjaman dari perusahaan lain
  4. karena stock lebih liquid di capital market, maka umumnya lebih gampang untuk nanti kedepan mereka jual ke investor baru melalui placement dsb, tentunya dgn valuasi besar
  5. untuk emiten yg agak nakal, bisa saja mereka ikut main di stock market dgn menggoreng saham mereka dan kemudian exit dgn profit besar. Biasanya ini dilakukan dgn menggunakan nama-nama yang berbeda
  6. kemungkinan menggunakan stock option plan untuk manajemen dan karyawan ( ESOP/MSOP)
  7. bisa melakukan corporate action lainnya seperti konversi utang ke saham, dsb
  8. lebih mudah menjual obligasi kalau sudah public company karena lap keuangan sudah transparan
Jika masih ada silahkan tambahkan di komentar ya.

sumber milis J-Trader - Steve

Senin, 08 April 2013

Menentukan Target Harga Bagi Trader


Beberapa cara menentukan target harga dari beberapa pakar adalah :
  1. menggunakan beberapa chart pattern seperti doubel top, double bottom, tripple top, tripple bottom, M pattern, W  pattern, symetric triangle , ascending triangle, descending tringale, head and shoulder, Cup and Handle. 
  2. menggunakan Fibonacci Projection dan Fibonacci Retracement baik target harga maupun target waktu.
  3. menggunakan Elliott Wave (Elliott Wave Prognosis).
  4. menggunakan pola-pola Candlesticks Bottom Reversal maupun Candlestiks Top Reversal.

Kamis, 04 April 2013

Pengelompokan Investor

Diambil dari Buku Happy Investing “White Edition” pada halaman 186:
Pada kesempatan gathering dengan para member dari J-club dan member fan page Happy Investing (anda juga dapat bergabung di alamat www.facebook.com/HappyInvesting) maka seorang peserta datang pada penulis dan mengajukan pertanyaan yang cukup penting untuk diperhatikan oleh setiap investor. Pertanyaan dari peserta tersebut adalah, “Pak JV berapakah persentase dana yang sesuai untuk ditempatkan oleh seorang investor pada sebuah saham?”. Pertanyaan tersebut cukup menarik perhatian penulis karena umumnya pertanyaan ini adalah pertanyaan yang menandakan bahwa investor tersebut telah berada dalam periode ketiga dari empat periode yang akan dilalui oleh seorang investor selama perjalanan investasinya.
Sebagai catatan bagi para pembaca sekalian pada periode pertama, atau yang disebut masa perkenalan, dari perjalanan investasi seorang investor maka umumnya pertanyaan yang sering diajukan adalah “Saham apakah yang harus saya beli?”. Mereka yang ada pada periode ini umumnya adalah para pemain baru di pasar modal yang masih sangat optimis dan menganggap pasar modal adalah tempat paling mudah di muka bumi ini untuk seseorang menjadi kaya raya. Kegiatan utama dari para investor yang ada dalam tahap ini adalah mencari rekomendasi sebanyak-banyaknya untuk mereka dapat merasa nyaman karena mereka membeli sesuatu yang telah direkomendasikan oleh orang lain. Bahkan tidak jarang banyak dari mereka yang ada pada tahap ini akan berusaha mencari pendukung atas keputusan investasi yang telah diambilnya. Umumnya para investor baru akan berada di tahap ini antara satu hingga dua tahun sebelum mereka akan menyerah karena rugi besar atau menyadari bahwa sebuah rekomendasi saja tidak cukup untuk dapat berhasil di pasar saham yang terkenal sangat kejam ini.
Selanjutnya apabila seorang investor berhasil melalui tahap perkenalan diatas maka berikutnya ia akan masuk dalam peride pemahaman. Pada periode pemahaman ini maka pertanyaan yang biasanya akan diajukan oleh investor kepada penulis adalah “Mengapa bapak memilih saham tersebut?” atau “Apakah faktor pendorong kenaikan/penurunan harga sebuah saham?”. Bagi mereka yang ada pada tahap ini maka sebuah penjelasan dan alasan menjadi lebih penting dibandingkan dengan sebuah rekomendasi. Hal ini terjadi karena investor yang berada pada tahap ini telah menyadari bahwa ada faktor dibelakang layar yang lebih penting untuk diperhatikan dari sekedar kenaikan atau penurunan harga sebuah saham saja. Dengan memahami hal ini maka investor percaya bahwa mereka akan dapat mengalahkan pasar apabila mereka dapat mengerti faktor penggerak utama dari pergerakan harga saham tersebut. Periode ini dapat berlangsung antara 2 hingga 5 tahun tergantung kepada kesediaan investor tersebut menginvestasikan waktunya untuk mempelajari pasar saham secara mendalam.

Setelah melalui kedua tahapan diatas maka selanjutnya investor akan masuk kedalam tahapan ketiga yang disebut dengan tahapan pengelolaan. Investor yang berada pada tahap pengelolaan ini umumnya adalah meraka yang telah memahami bahwa adalah tidak mungkin bagi seorangpun di dunia ini untuk selalu bertindak dan memilih dengan benar, terlebih apabila itu berkaitan dengan sebuah keputusan investasi. Jadi bagaimana? Apakah ini berarti kita harus berhenti untuk berinvestasi? Tentu tidak, mereka yang berada dalam tahapan ini mengerti benar bahwa dengan pengelolaan yang tepat maka mereka setidaknya dapat memilih beberapa pilihan yang terbaik sehingga dengan demikian mereka dapat memperoleh kemungkinan benar sebesar-besarnya. Para pembaca buku Happy Investing seri kedua ini diharapkan dapat menjadi investor golongan ketiga ini setelah membaca dan mengaplikasikan metoda dan cara yang ada di dalam buku ini.
Tahapan terakhir yang menjadi tahapan puncak dalam perjalanan investasi seorang investor adalah periode penilaian dimana investor dapat melihat sebuah investasi dari nilai yang terkandung dalam investasi tersebut. Kita tidak akan membahas investor pada periode keempat ini dalam buku kedua ini. Pembahasan lebih lanjut akan dari hal ini akan dilakukan pada buku Happy Investing seri ketiga yang secara khusus membahas tentang cara atau metoda valuasi pada berbagai instrumen investasi.
Kembali kepada pertanyaan dari peserta gathering sebelumnya maka untuk menjawab pertanyaan dari investor periode ketiga ini penulis pun menjawabnya kembali dengan sebuah pertanyaan, “Berapakah waktu yang bapak miliki untuk memonitor investasi bapak?”. Dari pertanyaan inilah kita akan mulai pembahasan kita tentang cara investor untuk mengatur porsi dananya dalam sebuah saham dalam portofolio investasinya. .... dan seterusnya seperti pada buku Happy Investing “White Edition” ....
sumber : milis J-Club - JV