Selasa, 04 Desember 2012

Ratio PER

Untuk menggunakan PER yang paling efektif itu adalah menghitung dan mengambil patokan average PER 5 tahun terakhir sehingga didapat highest/lowest PER, dan juga proyeksi pendapatan di tahun-tahun mendatang dengan berdasarkan berita sekarang maupun hasil historikal. Jadi forward PE juga bisa diketahui. Data tersebut dicombine dan dicompare juga dengan current PER. Jadi intinya, past-present-future harus dilihat dengan tentunya yang paling penting adalah future karena harga saham bergerak berdasarkan future, bukan past maupun present. Setelah ada data itu, baru kita gunakan PEG agar bisa tahu harga sekarang undervalue, fair ataupun overvalue. Kemudian lakukan screening juga dengan BV, ROE, NPM, DER, dll. Terkadang permasalahnnya untuk mengetahui forward PE itu tidak mudah. Oleh karena itu, banyak saham yang terlihat current PER tinggi namun bisa naik terus (selain ada indikasi digoreng), bisa saja forward PE-nya rendah karena proyeksi pendapatan katakan di 3-4 tahun mendatang bisa naik 500-1000%. Kesimpulannya, current PER saja kurang bisa dijadikan patokan. Contoh INDY, current PER skrg 4.6x, siapa tahu tahun depan dgn laba yg turun dalam ternyata forward PE adalah 10-15x which is quite fair / expensive makanya harga cenderung turun dan ga bisa naik Misalnya AISA, current PER katakan 13x, namun dgn kenaikan laba 60% saja di tahun depan, forward PER adalah 8x saja, dan bagaimana kalau masih naik 100%, maka forward PE adalah 6.5x, which is cheap, dan makanya kuat utk nanjak terus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar