Warren Buffett mempunyai kehidupan yang beruntung. Itu diakuinya sendiri. Ia mengaku beruntung lahir di negeri Amerika Serikat, negeri yang menunjukkan kemakmuran sangat pesat dalam 10 dekade terakhir. Buffett juga mengaku beruntung lahir di sebuah keluarga, yang kebetulan menawarkan banyak peluang, sehingga akhirnya ia bisa menjalani sebuah kehidupan sebagai investor.
Tapi kehidupan itu tidak melulu karena keberuntungan. Buffett adalah pekerja keras sejak kecil. Pekerja yang sangat keras.
Sangat keras, bahkan hingga sekarang. Buffett juga seorang yang disiplin dalam keuangan, kalau tidak mau dibilang pelit.
Mungkin istilah bersahaja adalah pilihan yang lebih tepat. Ia selalu menganggap segala bentuk pengeluaran harus sepadan dengan hilangnya peluang investasi. Buffett adalah orang yang selalu mencari peluang bisnis, baik dari mengantar koran, dan berpartner dgn temannya memperbaiki mesin pinball.
Dari usahanya sejak kecil itu, ia menghasilkan uang yang cukup banyak untuk anak sesuainya, dan jangan heran Buffett sudah mulai membeli saham pertamanya sejak usia 11 tahun. Dia juga sudah melaporkan pajak pertamanya pada umur 14 tahun, atas keuntungannya sebesar $1000 hasil usaha loper korannya. Itulah Buffett. Seorang yang sangat terobsesi untuk mengkoleksi dan meningkat koleksinya tanpa punya kesenangan untuk menghabiskan hartanya itu.
Tapi Buffett tidak pelit dalam arti itu semua, ia mendedikasikan hampir seluruh harta kekayaannya yang senilai US$30,7 miliar (IDR 300 triliun) kepada Gates Foundation. Jumlah sumbangan amal Buffett tercatat sebagai sumbangan terbesar dalam sejarah Amerika...
Kisah Buffett seperti cerita dalam film, tapi itulah kisah yang kita dengar. Dengan segala sepak terjangnya, ia akhirnya dikenal sebagai orang yang mampu mengatur uang. Pada usia 26 tahun ia menjalankan sebuah partnership, yaitu mengatur dana titipan dari keluarga, tetangga dan teman untuk diinvestasikan di pasar modal. Dananya saat itu sebesar $174.000. Partnership ini terbukti sukses.
Pada 1962 saja kekayaan bersih Buffett sudah melampaui 1 juta dolar. Pada 1966 ketika Buffett merasa sudah tidak ada peluang mencari saham-saham bagus, ia merasa tidak bagus meneruskan partnership ini. Saat partnership itu ditutup Buffett mulai fokus mengelola perusahaan tekstil yang mulai mengalami kemunduran bernama Berkshire Hathaway. Kisah hidupnya setelah di Berskhire bisa kita baca hingga sekarang, dengan kekayaan bersih sebesar US$53.5 milyar setara dgn IDR 532 triliun (2013).
Pelajaran penting dari pola hidup yang dilakukan oleh Warren buffet ini memang jarang dilakukan oleh orang yang punya kekayaan dalam jumlah besar. Yang sering ditemui adalah orang-orang yang punya kekayaan sedikit langsung gaya hidupnya berubah.
Dan para orang tua yang kaya ini juga menurunkan hal yang tidak baik pada anak mereka. Dengan memberi fasilitas wah sehingga menjadikan anak mereka manja dan tidak bisa menghargai uang....
Jadi apakah rekan-rekan sependapat dengan pola hidup yang dijalankan oleh Warren buffet ini?
sumber milis J-Trader - YAG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar