Jumat, 25 Mei 2012

Gaya Analis Saat Bearish


Analis Teknikal

  • Tenang, pullback doank...wait n see
  • Sabar...koreksi sesaat saja masi turun... tp support masi jauh
  • Support jebol = tenang masi ada support2 yg kuat...bow aje
  • Support 2-3 jebol sekaligus....menghilang entah kemana 


Analis Fundamental

  • Wah...mumpung koreksi...beli !
  • Koreksi makin dalem...wah kesempatan langka...beli...PER udah di bawah rata2 industi
  • Crash...hajar terus...MOS udah 50%...bener2 diskon gede nih

Selasa, 15 Mei 2012

Cum Date dan Ex Date


Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan investasi di saham adalah aksi korporasi (corporate action). Maklum, aksi korporasi seringkali berdampak signifikan terhadap perubahan harga saham di pasar. Jika beredar kabar tentang aksi korporasi suatu emiten, harga saham emiten tersebut di pasar bisa terimbas naik atau turun.

Beberapa jenis aksi korporasi yang seringkali mempengaruhi harga saham di pasar, misalnya merger dan akuisisi, take over, penawaran umum terbatas (right issue), pembagian saham bonus, stock split, reverse stock, pembagian dividen, dan sebagainya.

Jika aksi korporasi mendatangkan manfaat atau benefit bagi peningkatan kinerja emiten, maka investor tidak akan segan-segan untuk  membeli sahamnya di pasar. Nah, meningkatnya minat beli inilah yang menyebabkan harga saham naik.

Sebaliknya, jika aksi korporasi dinilai negatif atau tidak memberikan manfaat terhadap kinerja emiten, maka aksi korporasi semacam itu biasanya tidak akan mendapat dukungan dari pemegang saham publik. Harga saham cenderung turun karena investor cenderung melepasnya ke pasar.

Namun begitu, dalam pelaksanaan aksi korporasi, investor sebaiknya memperhatikan dengan seksama jadwal dari pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Kapan aksi tersebut dilaksanakan dan siapa saja investor yang berhak dilibatkan. Hal ini penting untuk diperhatikan, jangan sampai aksi korporasi itu malah merugikan investor.

Untuk lebih jelasnya, misalkan emiten A akan melakukan aksi korporasi berupa pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp100 per saham. Untuk itu, emiten A sudah menyusun jadwal atau agenda tentang aksi korporasi tersebut.

Misalnya, dividen akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya terdaftar sebagai pemegang saham pada tanggal sekian jam sekian. Di sini tampak ada batasan waktu bagi pemegang saham yang berhak menerima dividen, karena itulah ada istilah cum date dan ex date.

Cum date adalah waktu atau tanggal yang menunjukkan bahwa sampai dengan tanggal tersebut perdagangan atas suatu saham masih mengandung atau memiliki hak dividen. Sedangkan ex date merupakan tanggal yang menunjukkan bahwa perdagangan saham yang dilakukan pada hari itu tidak lagi mengandung hak bagi pemegang saham.

Misalnya disebutkan bahwa cum date adalah 16 Oktober 2011 dan ex date adalah 17 Oktober 2011. Artinya, investor yang membeli saham emiten A pada 16 Oktober 2011 memiliki hak atas dividen yang akan dibagi oleh emiten A tadi. Sedangkan investor yang membeli saham pada 17 Oktober 2011 tidak lagi berhak atas dividen yang akan dibagikan.

Dari sisi investor jual, investor yang menjual saham A pada 16 Oktober 2011 tidak lagi berhak atas dividen yang akan dibagikan emiten A. Investor yang menjual saham A pada 17 Oktober 2011 masih memiliki hak untuk mendapatkan dividen karena pada 16 Oktober 2011 ia masih tercatat sebagai pemegang saham emiten A.

Ilustrasi di atas menunjukkan betapa pentingnya mengetahui dan memahami jadwal aksi korporasi, terutama cum date dan ex date. Mengabaikan atau lalai terhadap jadwal cum date dan ex date bisa berakibat fatal bagi investor, terutama untuk jenis aksi korporasi seperti penawaran umum terbatas (right issue).

Jika investor tidak ingin menggunakan haknya, maka ia bisa menjual saat cum date. Begitu juga bagi investor yang ingin membeli saham right issue, ia harus membeli saham lama paling lambat saat cum date.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam setiap aksi korporasi adalah bahwa ada efek dari aksi korporasi tersebut. Misalnya aksi korporasi pembagian dividen, di mana ada yang disebut sebagai dividend effect. Artinya, harga saham di bursa cenderung turun setelah dilakukan pembagian dividen.

Besaran nilai penurunan ini biasanya setara dengan nilai dividen yang dibagikan. Contoh pemahaman seperti inilah yang tidak boleh disepelekan oleh setiap investor di bursa (BEI)

Catatan Regional


USD INDEX

http://www.bloomberg.com/quote/DXY:IND/chart
  • USD Index naik, kemungkinan pertanda banyak pemilik modal yang beralih dari portfolionya di saham ke instrumen yang lebih aman / safe haven dalam bentuk US Dollar atau US Treasury. Hal ini dapat merupakan pertanda kejatuhan bursa.
  • Contohnya kejadian pada pertengahan 2008, Juli 2011
  • Bulan Mei 2012, USD Index mulai menanjak lagi
  • Salah satu dampak USD Index naik adalah harga GOLD turun

Catatan IHSG


  • bulan Februari 2012, IHSG drop sekitar 6-7%
  • bulan Mei 2012, IHSG drop sudah hampir 5%, kemungkinan targetnya sekitar area 3980-4020

Senin, 14 Mei 2012

Batas Bawah Lebih Mudah Daripada Batas Atas


Pemilik dana besar jauh lebih berhati-hati ketika mereka menjual daripada ketika mereka membeli. Ketika pemilik dana besar membeli sejumlah besar saham, ini mempengaruhi permintaan-penawaran, yang pada akhirnya bisa mendorong harga  menjadi naik. Jika harga bergerak naik sebelum akumulasi selesai dilakukan, hasilnya adalah bahwa dana tersebut akan menghasilkan keuntungan atas saham yang sebelumnya diperoleh. Tidak ada manajer investasi yang akan disalahkan untuk membuat keuntungan. Namun jika manajer investasi menjual saham terlalu cepat, kesimbangan pasokan permintaan-penawaran bisa berubah banyak untuk menekan harga turun. Pengelola dana akan mulai mengalami kerugian pada posisi memegang sisa sham yang belum terjual. Untuk alasan ini, penjualan biasanya terjadi selama periode waktu yang lebih lama daripada membeli. Selain itu, pengelola dana dapat tergoda untuk menjual saham di harga penawaran (memasang di harga offer), agar tidak menekan harga turun dengan mengguyur bid. Strategi pasif ini lebih sulit dideteksi melalui analisis volume. Oleh karena itu dengan menggunakan  analisa Total Efektif Volume guna mengevaluasi sinyal jual, akan memberikan sinyal jual yang lebih baik daripada hanya melakukan analisis volume standar.

Hal kedua adalah , pemegang saham biasanya menjual untuk merealisasikan keuntungan. Ini berarti ada yang profit taking sebesar 10% , ada yang 20% dst, maka ketika Anda menganalisa pola distribusi, memang benar bahwa proses distribusi dapat dilakukan ketika harga sedang bergerak naik, karena pemegang saham tidak perlu menunggu harga mencapai puncak untuk melakukan penjualan, mereka akan mulai menjual saat target keuntungan mereka telah tercapai. Namun, dalam hal membeli saham, sebagian besar  mereka membeli ketika mereka mendeteksi bahwa saham telah berada pada value yang pantas di mainkan. Hal inilah yang menjelaskan mengapa mendeteksi Bottom lebih mudah daripada mendeteksi Top.

--terjemah dalam bahasa Indonesia


Large funds are much more cautious when they sell than when they buy. When a large fund buys a considerable amount of shares, this influences the demand/supply, which could eventually push the price up. If the price moves up before the fund has finished accumulating, the result is that the fund will turn a paper profit on its previously acquired shares. No fund manager will be blamed for making a profit. However, if the fund manager sell those shares too quickly, the demand/supply equilibrium could change so much as to push the price down. The fund manager will then start to incur a loss on the leftover holding position. For this reason, selling usually takes place during a longer period of time than buying. Moreover,the fund manager could be tempted to place shares at the ask/offer price, in order not to pressure the price down by taking off the bid. This passive strategy is MORE DIFFICULT TO DETECT THROUGH VOLUME ANALYSIS. Therefore, using the total Effective Volume to evaluate selling signals will more often give better results than just taking the standard volume analysis.

Second, shareholders usually sell to take profits. This means that some start selling at a 10% profit, others at 20% profit. When you analyze the selling pattern,it is true that selling could start even when the price is still increasing, because shareholders do not always wait for tops before selling; they will start to sell their profit target has been reached. However,in the case of buying, the great majority buy when they detect that the stock is a good value play. THIS IS WHY FINDING BOTTOMS IS EASIER THAN DETECTING TOPS.
--- di kutip : Value In Time by Pascall Willain

Rabu, 09 Mei 2012

Private Placement

Private placement dalam jangka pendek akan berakibat negatif karena harga placement selalu di bawah harga pasar, tetapi dalam jangka panjang bisa positif tergantung dari alasan yang mendasari placement tersebut,  apakah owner keluar barang ? butuh dana untuk ekspansi kah? atau yang lain..

Selasa, 08 Mei 2012

Daftar Telepon Tidak Jelas dan Mengganggu


2013

021-2924-1425   = 2013-08-29  (penipu c***b***)
0852-7573-1534  = 2013-01-02  (bn*)
021-3002-9200   = 2013-02-18  (c*t*shit)
0896-0300-3543  = 2013-06-25  ?
0812-1452-9338  = 2013-06-25  ?
0838-9470-8444  = 2013-06-26  (p*n*n jkt)
0823-6019-3721  = 2013-06-27  ?
061-457-8873    = 2013-07-01  ?
021-3199-6758   = 2013-07-03  ?
0813-8488-5464  = 2013-07-05  (b.p*r**t*)
021-2150-5766   = 2013-07-12  ?
0823-6559-4559  = 2013-07-17  (b.p*r**t*)
0813-9631-1637  = 2013-07-18  st***ch***
021-5054-0050   = 2013-07-19  ?
0896-0300-3590  = 2013-07-25  ?
0823-6162-1165  = 2013-08-01  ?
0813-6123-7656  = 2013-08-01  ?
0852-6025-2647  = 2013-10-21  ?
0899-9003-655   = 2013-10-24  (c*** n****)
0852-0689-2411  = 2013-11-07  ?
0821-1151-9042  = 2013-11-18  ?
0812-9346-4923  = 2013-11-25  ?


2012

0852-6114-9590  = 2012-05-08
061-4100-6000   = 2012-05-07, 2012-05-09 (jw m*****)
021-2924-1400   = 2012-05-07  (ci***)
0852-6035-3464  = 2012-05-07
021-2934-8833   = 2012-08-03
021-3612-8888   = 2012-08-09  (penipu ngaku Bank M***, C*** N****)
0823-6942-5974  = 2012-08-15  (h***)
0813-6065-6593  = 2012-09-04  (h***)
0818-0789-0981  = 2012-11-26  (aia*)

Value Investing Warren Buffet

Metode investasi yang dipraktekkan Warren Buffet sering disebut Value Investing. Prinsip metode ini  bertumpu pada 4 pilar :
  1. Bisnis
  2. Manajemen
  3. Finansial
  4. Pasar
Bisnis
Investasi pada bisnis yang sederhana dan mudah dimengerti serta memiliki sejarah operasional yang konsisten dan prospek jangka panjang yang baik.

Manajemen
Investasi pada perusahaan yang memiliki manajemen yang jujur, bertanggung jawab, rasional dan tidak melakukan aksi korporasi yang banyak dan terkesan membingungkan. Manajemen mampu mengalokasikan uang perusahaan pada investasi yang memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dalam bentuk devidend atau membeli kembali saham-saham, bukan berinvestasi pada industri baru yang belum jelas.

Finansial
Investasi pada perusahaan yang ROE dan arus kas bersih, yakni penghasilan bersih tambah biaya bukan tunai seperti depresiasi, dikurangi capital expenditure (pengeluaran modal) serta tambahan modal kerja.

Pasar
Investasi dengan membeli saham yang berada jauh di bawah harga wajar hasil dari analisa fundamental menggunakan pendekatan "going concern" (perusahaan beroperasi sehat dalam jangka panjang). Selisih antara harga pasar dan harga wajar berfungsi sebagai "margin of safety" yang akan mengurangi potensi kerugian akibat salah perhitungan. Margin ini juga yang sumber keuntungan (bila harga saham kembali ke awal ?)

Menurut Warren Buffet, dalam jangka panjang, perusahaan yang bagus akan bertahan dalam kondisi ekonomi apapun. Sehingga tidak perlu terlalu khawatir pada situasi ekonomi pada saat berinvestasi pada perusahaan bagus. Investasi mesti berpatokan pada fundamental perusahaan

Senin, 07 Mei 2012

Sektor Finance


Sektor finance umumnya labanya masih dalam bentuk piutang, jadi belum ada uang yang direalisasikan. Kalaupun sudah direalisasikan, biasanya dipakai lagi untuk penyaluran kredit atau bayar utang ke bank atau obligasi. Coba lihat2 laporan keuangan saham finance, biasanya cash flow operasionalnya cenderung negatif. Sektor ini memang tumbuhnya dari hutang-berhutang, jadi beneran main selisih bunga utang dan piutang. 

Karena bisnis finance pertumbuhannya bagus maka kebutuhan akan dananya juga makin lama makin besar. Hal ini mungkin dipandang bisnis yang resikonya besar terutama terhadap ancaman krisis. Tapi tahun-tahun lalu sektor finance bagi dividennya gede karena PER nya kecil.

Sektor Batu bara


Biasanya harga minyak bumi itu naik di Q4, dan komoditas subtitusi pengganti minyak bumi pun akan merangkak naik, seperti coal dan cpo.

Secara historis pun produksi dan penjualan coal pun biasanya akan meningkat di Q3-Q4 (sepertinya akibat cuaca dan momentum harga). Pengecualian terjadi ketika kinerja saham luar biasa di pertengahan tahun seperti HRUM dan KKGI di 2011.

Menurut perkiraan, money flow yang dimiliki Fund Manager ini, setiap tahunnya bisa terjadi ada sektor yang ditahan di bawah pada saat sektor lain sedang digerakkan sehingga kalau market bullish, kenapa tidak semua saham digerakkan naik.

Sektor Asuransi

Sektor asuransi kebanyakan labanya dalam bentuk angka yang belum direalisasikan. Dan ada ketentuan dalam asuransi mengenai struktur permodalan. Mungkin ini sebabnya jarang bagi dividen walau laba bersihnya besar. Jadi perusahaan asuransi isinya adalah investasi, mirip-mirip dengan perusahaan investasi, jadi karena dianggap resikonya besar sehingga PERnya rendah. Warren Buffett malah senang punya perusahaan asuransi, apakah karena PER kecil ?

Investasi - Trading - Perasaan


Sering kali suatu saham yang cocok untuk investasi karena harganya murah secara valuasi, tetapi karena harga sahamnya turun, lalu cemas dan sering nanya, bagaimana : apa hold atau sell. 

Masih banyak orang yang belum bisa membedakan antara investasi dengan trading. Padahal dua hal ini memiliki perbedaan mendasar.

Kalau untuk trading maka cukup pakai chart saja. Tidak perlu lihat valuasi, tidak perlu perhatikan PER, tidak perlu tahu perusahaannya bergerak di bidang apa atau siapa pemiliknya. Cukup perhatikan chartnya saja.

Kalau ada tanda-tanda harganya mau turun, tinggal jual. Tidak peduli cut loss atau take profit. Sebaliknya kalau tanda2-tanda mau naik, ya beli saja, tidak peduli jual di harga lebih rendah atau harganya sudah tinggi.

Trading tanpa pakai perasaan, kalau invest baru bisa menggunakan perasaan.

Sayangnya orang lebih sering trading pakai perasaan, melibatkan emosi, akhirnya emosinya terkocok-kocok oleh psikologis pasar.

Berikut kata salah seorang petinggi salah satu sekuritas, "Memang harus seperti itu kali ya supaya ada perpindahan uang dari yang kurang paham ke yang lebih paham. Kalau semua pelaku pasar pada paham, khan tradingnya makin susah. "

Minggu, 06 Mei 2012

Penjual Topi dan Monyet

Pada suatu hari, seorang penjual topi berjalan melintasi hutan. Karena cuaca panas, ia memutuskan beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut.

Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang. Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di atas pohon. Ia mendongak ke atas dan betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet yang semuanya mengenakan topi-topinya.

Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sedang dimain-mainkan oleh monyet-monyet itu. Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garuk kepalanya. Ternyata monyet-monyet itu menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Ternyata monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama.

Aha..! Ia pun mendapat ide..! Lalu ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah. Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua topi-topinya.Ia pun melanjutkan perjalanannya.

Analogi :
Penjual topi = BD
topi             = saham
monyet        = trader

Kamis, 03 Mei 2012

77 Quotes On Investing by Warren Buffett

  1. Never invest in a business you cannot understand
  2. Risk comes from not knowing what you’re doing
  3. The first rule is not to lose. The second rule is not to forget the first rule
  4. Always invest for the long term
  5. Time is the friend of the wonderful company, the enemy of the mediocre
  6. Our favorite holding period is forever
  7. Only buy something that you’d be perfectly happy to hold if the market shut down for 10 years
  8. If you don’t feel comfortable owning something for 10 years, then don’t own it for 10 minutes
  9. Price is what you pay. Value is what you get
  10. Valuing a business is part art and part science
  11. It is not necessary to do extraordinary things to get extraordinary results
  12. Buy a business, don’t rent stocks
  13. Buy companies with strong histories of profitability and with a dominant business franchise
  14. In a commodity business, it’s very hard to be smarter than your dumbest competitor
  15. It’s far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price
  16. Someone’s sitting in the shade today because someone planted a tree a long time ago
  17. It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently
  18. Unless you can watch your stock holding decline by 50% without becoming panic-stricken, you should not be in the stock market
  19. The critical investment factor is determining the intrinsic value of a business and paying a fair or bargain price
  20. Investors making purchases in an overheated market need to recognize that it may often take an extended period for the value of even an outstanding company to catch up with the price they paid
  21. An investor needs to do very few things right as long as he or she avoids big mistakes
  22. Do a lot of reading’ (On how to determine the value of a business)
  23. Read Ben Graham and Phil Fisher read annual reports, but don’t do equations with Greek letters in them
  24. I am a better investor because I am a businessman and a better businessman because I am an investor
  25. The investor of today does not profit from yesterday’s growth
  26. I don’t look to jump over 7-foot bars: I look around for 1-foot bars that I can step over
  27. We will only do with your money what we would do with our own
  28. Risk can be greatly reduced by concentrating on only a few holdings
  29. Turnarounds seldom turn
  30. If at first you do succeed, quit trying on investing
  31. You only have to do a very few things right in your life so long as you don’t do too many things wrong
  32. Diversification is a protection against ignorance. It makes very little sense for those who know what they’re doing
  33. Wide diversification is only required when investors do not understand what they are doing
  34. If a business does well, the stock eventually follows
  35. When a management team with a reputation for brilliance joins a business with poor fundamental economics, it is the reputation of the business that remains intact
  36. With few exceptions when a manager with a reputation for brilliance tackles a business with a reputation for poor economics, it is the reputation of the business which remains intact
  37. A great investment opportunity occurs when a marvelous business encounters a one-time huge, but solvable problem
  38. Great investment opportunities come around when excellent companies are surrounded by unusual circumstances that cause the stock to be misappraised
  39. A hyperactive stock market is the pickpocket of enterprise
  40. In the business world, the rearview mirror is always clearer than the windshield
  41. The business schools reward complex behavior more than simple behavior, but simple behavior is more effective
  42. An investor should ordinarily hold a small piece of an outstanding business with the same tenacity that an owner would exhibit if he owned all of that business
  43. Only those who will be sellers of equities in the near future should be happy at seeing stocks rise.  Prospective purchasers should much prefer sinking prices
  44. Only when the tide goes out do you discover who’s been swimming naked
  45. The fact that people will be full of greed, fear, or folly is predictable. The sequence is not predictable
  46. With enough insider information and a million dollars, you can go broke in a year
  47. A public-opinion poll is no substitute for thought
  48. For some reason, people take their cues from price action rather than from values. What doesn’t work is when you start doing things that you don’t understand or because they worked last week for somebody else. The dumbest reason in the world to buy a stock is because it’s going up
  49. Most people get interested in stocks when everyone else is. The time to get interested is when no one else is. You can’t buy what is popular and do well
  50. We will reject interesting opportunities rather than over-leverage our balance sheet.
  51. We don’t get paid for activity, just for being right. As to how long we will wait, we’ll wait indefinitely
  52. We like to buy businesses, but we don’t like to sell them
  53. You’re neither right nor wrong because other people agree with you. You’re right because your facts are right and your reasoning is right – that’s the only thing that makes you right. And if your facts and reasoning are right, you don’t have to worry about anybody else
  54. The Stock Market is designed to transfer money from the Active to the Patient
  55. Stop trying to predict the direction of the stock market, the economy, interest rates, or elections
  56. Look at market fluctuations as your friend rather than your enemy; profit from folly rather than participate in it
  57. Anything can happen in stock markets and you ought to conduct your affairs so that if the most extraordinary events happen, that you’re still around to play the next day
  58. Chains of habits are too light to be felt until they are too heavy to be broken
  59. It’s us fun being a gorse when the tractor comes along, or the blacksmith when the car comes along
  60. Enjoy your work and work for whom you admire
  61. I always knew I was going to be rich. I don’t think I ever doubted it for a minute
  62. I will tell you how to become rich. Close the doors. Be fearful when others are greedy. Be greedy when others are fearful
  63. I never buy anything unless I can fill out on a piece of paper my reasons. I may be wrong, but I would know the answer to that. “I’m paying $32 billion today for the Coca Cola Company because.” If you can’t answer that question, you shouldn’t buy it. If you can answer that question, and you do it a few times, you’ll make a lot of money
  64. I never attempt to make money on the stock market. I buy on the assumption that they could close the market the next day and not reopen it for ten years
  65. I don’t measure my life by the money I’ve made. Other people might, but certainly don’t
  66. I really like my life. I’ve arranged my life so that I can do what I want
  67. I do not like debt and do not like to invest in companies that have too much debt, particularly long-term debt. With long-term debt, increases in interest rates can drastically affect company profits and make future cash flows less predictable
  68. It’s not debt per say that overwhelms an individual corporation or country. Rather it is a continuous increase in debt in relation to income that causes trouble
  69. You ought to be able to explain why you’re taking the job you’re taking, why you’re making the investment you’re making, or whatever it may be. And if it can’t stand applying pencil to paper, you’d better think it through some more. And if you can’t write an intelligent answer to those questions, don’t do it
  70. You shouldn’t own common stocks if a 50 per cent decrease in their value in a short period of time would cause you acute distress
  71. You do not adequately protect yourself by being half awake when other are sleeping
  72. You do things when the opportunities come along. I’ve had periods in my life when I’ve had a bundle of ideas come along, and I’ve had long dry spells. If I get an idea next week, I’ll do something. If not, I won’t do a damn thing
  73. Why not invest your assets in the companies you really like? As Mae West said, ‘Too much of a good thing can be wonderful
  74. When asked how he became so successful in investing, Buffett answered: ‘we read hundreds and hundreds of annual reports every year
  75. As Buffet said in the speech, “He’s not looking at quarterly earnings projections, he’s not looking at next year’s earnings, he’s not thinking about what day of the week it is, he doesn’t care what investment research from any place says, he’s not interested in price momentum, volume or anything. He’s simply asking: What is the business worth?
  76. Cash never makes us happy, but it’s better to have the money burning a hole in Berkshire’s pocket than resting comfortably in someone else’s
  77. Money to some extent sometimes let you be in more interesting environments. But it can’t change how many people love you or how healthy you are

Excellent Quotes by Warren Buffet



On Earning
Never depend on single income. Make investment to create a second source

On Spending
If you buy things you do not need soon you will have to sell things you need

On Savings
Do not save  what is left after spending, but spend what is left after saving

On Taking Risk
Never test the depth of river with both the feet

On Investment
Do not put all egss in one basket

On Expectations
Honesty is very expensive gift. Do not expect it from cheap people