Sering kali suatu saham yang cocok untuk investasi karena harganya murah secara valuasi, tetapi karena harga sahamnya turun, lalu cemas dan sering nanya, bagaimana : apa hold atau sell.
Masih banyak orang yang belum bisa membedakan antara investasi dengan trading. Padahal dua hal ini memiliki perbedaan mendasar.
Kalau untuk trading maka cukup pakai chart saja. Tidak perlu lihat valuasi, tidak perlu perhatikan PER, tidak perlu tahu perusahaannya bergerak di bidang apa atau siapa pemiliknya. Cukup perhatikan chartnya saja.
Kalau ada tanda-tanda harganya mau turun, tinggal jual. Tidak peduli cut loss atau take profit. Sebaliknya kalau tanda2-tanda mau naik, ya beli saja, tidak peduli jual di harga lebih rendah atau harganya sudah tinggi.
Trading tanpa pakai perasaan, kalau invest baru bisa menggunakan perasaan.
Sayangnya orang lebih sering trading pakai perasaan, melibatkan emosi, akhirnya emosinya terkocok-kocok oleh psikologis pasar.
Berikut kata salah seorang petinggi salah satu sekuritas, "Memang harus seperti itu kali ya supaya ada perpindahan uang dari yang kurang paham ke yang lebih paham. Kalau semua pelaku pasar pada paham, khan tradingnya makin susah. "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar