Rabu, 31 Oktober 2012

Catatan Valuasi UNVR

Berdasarkan data di reuters, beta untuk ASII 1,36, beta untuk UNVR 0,14.

Urusan angka beta tidak ada kaitannya dengan angka PE. :)
Untuk menghitung valuasi UNVR, hati2, jangan mengandalkan angka PER,
karena nanti bisa terjebak seolah2 sudah kemahalan.

catatan: saya belum menghitung valuasi untuk UNVR.
Ada yg kasih masukan untuk valuasi UNVR, hitung dengan teknik DDM
(Dividend Discount Model).

UNVR rajin bagi dividen. Dividend Payout Ratio nya hampir 100% dari
laba yg dihasilkan. Walau bagi dividen besar, dia juga masih ada
growth yg bagus. Makanya, pakai DDM lebih cocok hitung valuasinya
ketimbang pakai PER.

UNVR beda dengan ASII. Sektornya berbeda, sehingga menghitung valuasi
serta asumsi2nya pun juga jadi berbeda.
ASII punya anak perusahaan di sektor CPO dan batubara yang belakangan
ini lagi tidak bagus. Selain juga memang sifatnya sangat volatile dan
tergantung pada harga internasional. Sehingga ketika membuat
perhitungan, ada banyak hal yang harus diperhitungkan.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
@saham@yahoogroups.com

Mengapa PBV UNVR bisa tinggi?
Seperti yg saya sebutkan di atas, perhatikan neraca UNVR dengan baik. Lihat aset2nya dicatat seperti apa. Dengan harga perolehan tahun berapa. Apakah masih wajar ataukah sudah harus direvaluasi. Selain itu, yang juga menyebabkan PBV nya jadi tinggi, karena UNVR rajin bagi dividen dimana dividend payout ratio nya bisa mencapai sekitar 100% dari laba yang dihasilkan. Sehingga angka total equity nya cenderung tetap/tidak banyak berubah walaupun labanya bisa mencapai sekitar angka total equity nya. :)

Menghitung valuasi perusahaan itu mudah2 gampang. Mudah bila kita bisa mengenali bentuk bisnisnya, mengetahui kebijakan akuntansinya, bisa mengira2 nilai aset di sisi neraca secara harga terkini sekitar berapa, barulah kemudian kita menghitung memakai rumus2 finance, apakah itu FCFF, FCFE, DDM, PER, PBV, P/S, dlsb.  Tanpa memahami lebih dulu karakter emitennya, kebijakan akuntansinya, dll tsb, maka hitungan2 FCFF, FCFE, DDM, PER, PBV, P/S dlsb itu jadi berkurang maknanya kalau ngga bisa dibilang malah bisa menyesatkan. :)

Takutnya nanti ada pemahaman yang salah sehingga langsung menggampangkan bahwa kalau ada dua perusahaan dimana yang satu PBV nya lebih tinggi dan yang satunya lebih rendah, maka perusahaan dengan PBV lebih rendah pasti lebih murah secara valuasi. Atau, kalau ada perusahaan yang PBV nya sudah di atas 4x, maka otomatis perusahaan tersebut pasti mahal dan tidak layak beli. Padahal, belum tentu seperti itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar