Rabu, 31 Oktober 2012

Valuasi Emiten Property

Emiten property itu ada banyak jenisnya. Ada yang fokus di property
untuk wilayah industri, ada yang fokus di property untuk perumahan,
ada yang fokus di property untuk apartemen maupun perkantoran. Masing2
memiliki karateristik yang berbeda.

Yang perlu dicatat, harga tanah (land bank) yang dicatat di neraca itu
adalah harga historicalnya. Harga masa lalu. Kita tahu bahwa
belakangan ini harga tanah naik tajam untuk wilayah tertentu. Jadi,
perlu dilihat harga perolehan tanah atau yang dicatat di neraca itu
berdasarkan harga tahun berapa. Dan waktu itu apakah dicatatnya dengan
harga pasar/wajar ataukah dengan harga mark up. Perlu diketahui, ada
saya dengar (dari orang2 yg memang bidangnya property), bahwa suka ada
yang nakal soal transaksi pembelian lahan ini. Ditampungi dulu lahan
yg akan dibeli oleh emiten dengan memakai perusahaan/orang tertentu,
lalu setelah itu baru dijual ke perusahaan dengan harga yang sudah di
mark up.

Jadi, saya lebih menyarankan untuk menghitung valuasi perusahaan yg
bergerak di bidang property, pelajari dulu emitennya fokus di yang
mana, lalu pencatatan di neraca seperti apa, prospek lahan yg masih
tersisa seperti apa dan kira2 berapa nilainya, dst...dst...dst.

Repot? Ya iyalah repot, namanya juga analisa fundamental, harus siap
repot kalau mau dapat valuasi yang lebih mencerminkan. Hasilnya pun
sepadan kalau setelah dihitung, ternyata harga sahamnya di pasar jauh
lebih murah dibanding dengan potensi yg dimiliki dalam 2-3 tahun
mendatang (misalkan). Kalau ngga ketemu juga, ya anggap saja apes.
Kalau ngga mau repot, ya pakai grafik sajalah, jadi ujung2nya trading
lagi...trading lagi. :)

Kalau mau investasi yang ngga repot hitung2annya, ya di banking.
Karena di banking khususnya yang sudah puluhan tahun berdiri, jauh
lebih gampang ngitungnya. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

@saham@yahoogroups.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar