Selasa, 26 November 2013

Kebiasaan Trader Sukses Ala Dr. Thomas K. Car

Berikut 10 kebiasaan trader sukses dari tulisan Dr. Thomas K. Car.


  1. Follow the rule of three.

  2. Do not enter any trade unless there are three of technical indicators telling the same. Three is the minimum, and more is better.


  3. Keep losses small.

  4. It is important to keep losses to a minimum, as most large losses started out as small ones, and large losses can end your trading permanently. Keep the small losses by setting stop losses on all open trades.


  5. Adjust stops and targets at the end of the day.


  6. Keep commission low.

  7. Why pay a premium for a brand name? Remember, commission are part of your overhead cost.


  8. Amateurs at the open, pros at the closes.

  9. If you must trade in the morning, be sure to ease into your trades in smaller portions. You might miss out on some nice moves, but in long run you will save your money. Even better, look to enter your trades within the last two hours of trading.

  10. Know the general market trends, and trade accordingly. There are five general types of market trends: strong and weak uptrend, strong and weak downtrend, and range-bound.

  11. In weak uptrends and downtrends, you should focus on continuation plays; in strong uptrends and downtrends, you should focus on breakout plays; and in range-bound, you should look for reversal setups.


  12. Write down every trade.

  13. Analyze them at the end of each month. Are you consistently losing with one particular setup? Are your breakout plays working better than your reversal plays? Are your stop losses set to tight? Use this journal to learn about your weakness as a trader.

  14. Never average down on losing position.

  15. Let's say you buy a stock, expecting it to take off like a rocket, and instead it drops like a rock. What do you do? Answer: you do nothing. You stick your plan. You keep your stop loss in place, and wait patiently. Do not buy more shares at a lower price to make your average cost lower. That is a loser's game. You already own shares at that price, why buy more? Why throw good money after bad? Just sit on your hands and let the market do what it wants.


  16. Never overtrade.


  17. Give at least 10 percent of all trading earnings to charity.

Selasa, 01 Oktober 2013

Apa itu Inflasi Inti ?

Berikut kutipan dari kicauan salah satu trader
 Nah ketemu, inflasi inti naik dr 4.48% ke 4.72%. Ini jelek.
Hasil penelusuran, "Apa itu inflasi inti?", menuju ke website BI, yakni Pengenalan Inflasi

Sekilas, Inflasi Inti adalah komponen inflasi yang cenderung menetap atau persisten (persistent component) di dalam pergerakan inflasi dan dipengaruhi oleh faktor fundamental, seperti:

  • Interaksi permintaan-penawaran
  • Lingkungan eksternal: nilai tukar, harga komoditi internasional, inflasi mitra dagang
  • Ekspektasi Inflasi dari pedagang dan konsumen

Sedangkan, Inflasi non Inti adalah komponen inflasi yang cenderung tinggi volatilitasnya karena dipengaruhi oleh selain faktor fundamental, seperti:
  • Inflasi Komponen Bergejolak (Volatile Food)
  • Inflasi Komponen Harga yang diatur Pemerintah (Administered Prices)
Untuk memantau Inflasi Inti melalui chart, bisa memanfaatkan bloomberg di http://www.bloomberg.com/quote/IDIFCRIY:IND

Pemerintah Amerika Serikat Ditutup

Bukan yang pertama kalinya, hari ini, tanggal 1 Oktober 2013, pemerintah Amerika Serikat resmi ditutup karena Kongres tidak menyetujui anggaran baru hingga batas waktu yang ditentukan. Kejadian yang sama sudah pernah terjadi pada tahun 1995 dan 1996. 

Berikut link wikipedia yang menceritakan penutupan pemerintahan AS,
  1. http://en.wikipedia.org/wiki/United_States_federal_government_shutdown_of_2013
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/United_States_federal_government_shutdown_of_1995_and_1996


Adakah efek yang heboh akibat peristiwa ini pada bursa AS, berikut gambar yang diambil dari http://www.tradingeconomics.com/united-states/stock-market dengan pemilihan parameter tahun 1995 sampai tahun 1998.



Selasa, 10 September 2013

Perjalanan Porto Berkshire Hathaway 2008-2012

Daftar investment yang dipegang Berkshire Hathaway dengan nilai di atas 1 milyar dollar yang dibeli dari market (bukan akuisisi langsung) :

2008


Highlight kuning adalah posisi floating loss. Pada tahun 2008 ini terlihat cukup banyak posisi floating loss. Floating loss adalah lost yang belum terjadi karena tidak dijual (net loss). Dari detail report Berkshire, pada 2008 angka cashflow dari bisnis sekuritas rendah namun lebih banyak arus keluar karena membeli.


2009


Pada 2009, posisi floating loss sudah berkurang. Dan juga terjadi pengurangan posisi di Conoco Phillips dan Johnson and Johnson. Dari report, Berkshire memilih menjual untuk memberi ruang mendapatkan cash guna pembelian investment lain. Posisi investasi di Sanofi Aventis dan Tesco PLC naik. Arus kas pada tahun 2009 lebih banyak pada posisi beli daripada jual. Dalam pengantarnya Buffet menyatakan 2 tahun terakhir adalah periode dimana investor harusnya membeli untuk dihold 1 - 2 dekade ke depan.




2010

Di tahun 2010, kondisi porto investment Berkshire makin membaik. Dari arus kas, positioning pembelian mulai berkurang di banding 2009.



2012


Langsung ke tahun 2012, nampak porto Berkshire makin bagus.

Sebenarnya dari cerita di atas, ada banyak hal yang bisa dipelajari.
Bottom line-nya "Tidak ada yg tahu masa depan" dan "Borobudur tidak dibangun dalam semalam". Berkshire bukan yang terbaik dalam memberikan imbal balik, tapi dari konsistensi selama sekian lama, tak banyak yang bisa setangguh Berkshire....
Tapi, tentu banyak argumen dan pendapat ttg style investasi/trading sehingga model Bershire mungkin dianggap tidak macho...Semua kembali ke preference dan kenyamanan masing-masing.


Menutup alur di atas, berikut adalah chart Conoco Phillips pada periode 2008-2012 dimana kisah di atas terjadi




Senin, 12 Agustus 2013

Nilai Penyusutan atau Depresiasi

Sebagai contoh adalah penjelasan KLBF LK Q2 2013 hal 61. Tertulis bahwa total nilai penyusutan Q2 2013 adalah 119M. Nilai penyusutan ini didistribusikan kedalam beban pabrikasi 48M, beban penjualan 41M, beban umum dan administrasi 26M dan beban penelitian dan pengembangan 2M.



Pertanyaan saya adalah apa fungsinya perusahaan membuat alokasi nilai penyusutan ?


Apakah perusahaan bisa memainkan nilai penyusutan dalam suatu LK, sehingga hasil akhir LK sengaja dibuat rugi atau untung semau perusahaan?

Senin, 15 Juli 2013

Fakta Lalu


  • Sedikit fakta pada waktu BBM naik di akhir tahun 2005 sebesar 80%, BI rate dinaikkan dari 8.75% sampai maksimal 12.75% sebanyak 4x sampai Desember, kalau ga salah CPI naik sampai 18% YoY, dan sepanjang 2006 itu kenaikan rata2 CPI YoY sebesar 14%, namun yang terjadi adalah IHSG sepanjang 2006 membukukan kenaikan 55%, yang artinya saham sendiri bisa rally 50-100%, yang sudah dikurangi dgn selipan koreksi besar May-June 2006 seperti biasa sebesar 11%.
  • Kenaikan BI Rate di 2008 dari 8% ke 9,25%, dan Rp pun merosot tajam dari Rp 9.051 ke Rp 12.400 per dolar AS.
  • Indeks saham pada tahun 2008 anjlok dari 2.830 ke 1.111, atau merosot tajam 61%

Apa itu LTV - Loan to Value

nilai apraisal1,000,000,000.00
dp 30%300,000,000.00
sisa700,000,000.00
ltv70%

LTV = (Nilai Pinjaman yang Diajukan : Nilai Agunan Hasil Appraisal) x 100 %

Semakin rendah nilai LTV, maka akan semakin bagus bagi banK karena resikonya semakin rendah. 

Berikut nilai LTV maksimal perkiraan umum yang berlaku pada bank di Indonesia, 
Rumah : 80 %
Apartemen & Ruko : 70 %
Tanah : 70 %

Jadi untuk contoh di atas, biasanya pihak bank menawarkan untuk mengambil top-up 10% (nilai maksimal LTV untuk rumah 80% - LTV 70%).

Mengapa Sir Isaac Newton Gagal Di Saham

Sudah terlalu banyak bukti bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup membuat seorang investor saham menjadi lebih pakar. Pada Tahun 1998, Long Term Capital Managemen L.P., sebuah perusahaan hedge fund yang dikelola oleh sepasukan ahli matematika, ilmuwan komputer, dan dua ekonom pemegang hadiah nobel, dengan tertunduk kehilangan lebih dari  2 miliar dollar dalam hitungan minggu pada sebuah pertarungan besar bahwa pasar obligasi akan segera kembali normal. Namun, pasar obligasi terus-menerus menjadi semakin dan semakin abnormal dan LCTM telah berhutang begitu besar sehingga kejatuhannya hampir menjungkirbalikkan sistem keuangan global. 

Contoh nyata berikutnya, ketika musim semi  tahun 1720, Sir Isaac Newton memiliki saham South Sea Company, saham yang paling hot di Inggris pada masa itu. Begitu melihat gejala pasar mulai tidak terkendali, sang ilmuan besar itu berkata bahwa ia "bisa menghitung gerakan benda-benda langit, tetapi ia tidak bisa mengalkulasi kegilaan orang". Newton memilih melepas saham South Sea-nya dan mendulang cuan 100%, yaitu sebesar 7.000 pound sterling. Namun hanya dalam beberapa bulan kemudian, sang mastro tersebut tergoda dan terhanyut oleh arus deras euforia pasar, Isaac Newton terjun kembali ke dalam pasar ketika harga sudah jauh lebih tinggi. Dan rugi 20.000 pound sterling. 

Sampai akhir hidupnya, ia melarang siapapun untuk menyebut kata "South Sea" di dekatnya [kedangkalan kecerdasan emosional tampak nyata di sini, sahammya yang disalahkan]. Sir Isaac Newton adalah salah satu orang jenius yang pernah  hidup di muka bumi, sebagaimana definisi kejeniusan menurut sebagian besar dari kita. Namun dalam pengertian Benjamin Graham, Newton sama sekali tidak mendekati cerdas, apalagi jenius sebagai investor. Dengan membiarkan hirukpikuk pasar menunggangi penilaiannya sendiri, ilmuan besar tersebut bertindak layaknya seorang spekulan saham dan sangat oportunitik.

Singkatnya, jika kita gagal berinvestasi di pasar saham sampai saat ini, itu bukan karena kita kurang cerdas. Seperti Sir Isaac Newton, lebih dikarenakan belum memiliki bangunan fundamental investasi yang baik dan belum mempunyai pemahaman yang baik tentang pasar beserta segala perilakunya. Jadi, perlu secara serius membangun kecerdasan rasio-emosional dan menolak untuk mengikuti level keliaran pasar. Dan pada akhirnya kita akan disadarkan oleh sebuah kenyataan, bahwa menjadi InvestorPemenang adalah persoalan kecerdasan nalar dan emosional, bukan kecerdasan intelektual dan penguasaan segudang teori analisis. Seorang pemenang membangun dari fondasi bukan dari kerangka.


Referensi : 
- The Intelligent Investor
- Secrets of Millionaires Investors


Sumber :
http://sahampemenang.blogspot.com/2012/09/mengapa-isaac-newton-gagal-di-saham.html

Jumat, 05 Juli 2013

Kaya Tidak Harus Mewah

Warren Buffett mempunyai kehidupan yang beruntung. Itu diakuinya sendiri. Ia mengaku beruntung lahir di negeri Amerika Serikat, negeri yang menunjukkan kemakmuran sangat pesat dalam 10 dekade terakhir. Buffett juga mengaku beruntung lahir di sebuah keluarga, yang kebetulan menawarkan banyak peluang, sehingga akhirnya ia bisa menjalani sebuah kehidupan sebagai investor.

Tapi kehidupan itu tidak melulu karena keberuntungan. Buffett adalah pekerja keras sejak kecil. Pekerja yang sangat keras.
Sangat keras, bahkan hingga sekarang. Buffett juga seorang yang disiplin dalam keuangan, kalau tidak mau dibilang pelit.
Mungkin istilah bersahaja adalah pilihan yang lebih tepat. Ia selalu menganggap segala bentuk pengeluaran harus sepadan dengan hilangnya peluang investasi. Buffett adalah orang yang selalu mencari peluang bisnis, baik dari mengantar koran, dan berpartner dgn temannya memperbaiki mesin pinball.

Dari usahanya sejak kecil itu, ia menghasilkan uang yang cukup banyak untuk anak sesuainya, dan jangan heran Buffett sudah mulai membeli saham pertamanya sejak usia 11 tahun. Dia juga sudah melaporkan pajak pertamanya pada umur 14 tahun, atas keuntungannya sebesar $1000 hasil usaha loper korannya. Itulah Buffett. Seorang yang sangat terobsesi untuk mengkoleksi dan meningkat koleksinya tanpa punya kesenangan untuk menghabiskan hartanya itu.

Tapi Buffett tidak pelit dalam arti itu semua, ia mendedikasikan hampir seluruh harta kekayaannya yang senilai US$30,7 miliar (IDR 300 triliun)  kepada Gates Foundation. Jumlah sumbangan amal Buffett tercatat sebagai sumbangan terbesar dalam sejarah Amerika...

Kisah Buffett seperti cerita dalam film, tapi itulah kisah yang kita dengar. Dengan segala sepak terjangnya, ia akhirnya dikenal sebagai orang yang mampu mengatur uang. Pada usia 26 tahun ia menjalankan sebuah partnership, yaitu mengatur dana titipan dari keluarga, tetangga dan teman untuk diinvestasikan di pasar modal. Dananya saat itu sebesar $174.000. Partnership ini terbukti sukses.

Pada 1962 saja kekayaan bersih Buffett sudah melampaui 1 juta dolar. Pada 1966 ketika Buffett merasa sudah tidak ada peluang mencari saham-saham bagus, ia merasa tidak bagus meneruskan partnership ini. Saat partnership itu ditutup Buffett mulai fokus mengelola perusahaan tekstil yang mulai mengalami kemunduran bernama Berkshire Hathaway. Kisah hidupnya setelah di Berskhire bisa kita baca hingga sekarang, dengan kekayaan bersih sebesar US$53.5 milyar setara dgn IDR 532 triliun (2013).

Pelajaran penting dari pola hidup yang dilakukan oleh Warren buffet ini memang jarang dilakukan oleh orang yang punya kekayaan dalam jumlah besar. Yang sering ditemui adalah orang-orang yang punya kekayaan sedikit langsung gaya hidupnya berubah.
Dan para orang tua yang kaya ini juga menurunkan hal yang tidak baik pada anak mereka. Dengan memberi fasilitas wah sehingga menjadikan anak mereka manja dan tidak bisa menghargai uang....
Jadi apakah rekan-rekan sependapat dengan pola hidup yang dijalankan oleh Warren buffet ini?

sumber milis J-Trader - YAG

Rabu, 26 Juni 2013

Hitung EPS

EPS disetahunkan, EPS Q1 dikali 4, EPS Q2 dikali 2, EPS Q# dikali 4/3

EPS TTM, EPS Q1 2013 = (Q2 2012 - Q1 2012) + (Q3 2012 - Q2 2012) + (Q4 2012 - Q3 2012) + Q1 2013

Minggu, 16 Juni 2013

Tips Investasi Saham ke-2

Harga yang turun terus-menerus akan menciptakan kepanikan. Jika harga menjadi sangat murah, para trader profesional akan masuk dan mulai membeli. Pembelian yang tiba-tiba ini yang akan menahan penurunan harga. Akibatnya harga akan menyempit (harus black candle). Mengapa market maker hanya belanja besar pada saat black candle? Market maker lebih sulit belanja pada candle putih karena orderan mereka besar yang dapat mengakibatkan terlalu cepatnya harga bergerak naik. Jika Anda ingin mengakumulasikan pembelian, lakukan sewaktu harga sudah murah dan sedang membentuk black candle saja. Tips bagi para retail: beli setelah penurunan besar yang diikuti oleh black candle yang menyempit dengan volume membesar, karena disitulah market maker masuk.

*J-Trader

Minggu, 19 Mei 2013

Empat Kondisi Menjual Sebuah Investasi

  1. Harga telah mencapai Target Harga => Target harga entah itu taknikal apalagi Fundamental adalah sesuatu yang harus anda hormati karena itu bagian dari sistem investasi anda. Jika target harga telah tercapai maka adalah sangat disarankan untuk anda melakukan take profit untuk mengamankan keuntungan yang telah anda dapat sembari melakukan revaluasi kembali apakah ada target harga baru berdasarkan laporan keuangan yang terbaru (Fundamental) Atau akan ada penurunan karena kondisi Fundamental yang memburuk. Jika kemudian ada target harga baru maka jangan sungkan untuk melakukan reentry tentu jika Margin Of Safety (MoS) sesuai. Posisi reentry akan membuat keuntungan anda yang sebelumnya aman dan posisi baru akan memudahkan anda untuk melakukan managemen portofolio dari posisi baru dengan terhindar dari distorsi angka profit di masa lalu.
  2. Ada Tawaran atau potensi yang lebih baik pada saham lain => Pasar saham bergerak sangat dinamis dimana jumlah saham yang diperdagangkan sangat banyak dan khusus di Investa ada 30 saham ++ yang dapat anda pilih berdasarkan kondisi Fundamentalnya. Jika sebuah saham telah beresiko terlalu tinggi atau ada saham lain yang menawarkan potensi lebih besar maka tidak salah anda melakukan switcing dari satu saham ke saham lainnya. Kata-kata investasi bukanlah alasan bagi kita untuk menyimpan sebuah saham selama-lamanya entah hujan atau angin khususnya ketika kita berhadapan pada saham-saham berkarakteristik cyclic stock yang sangat dipengaruhi oleh siklus ekonomi.
  3. Kondisi Fundamental perusahaan yang berubah => Banyak orang yang sering bertanya kepada saya sampai berapa lama mereka harus memegang sebuah saham? Seperti dalam buku Happy Investing maka sebuah saham dapat kita pegang paling lama adalah selama laporan keuangannya mencatatkan peningkatan keuntungan. Kemudian ketika peningkatan keuntungan tidak lagi terjadi maka apakah yang harus kita lakukan? Mudah sekali ... Menjualnya ... tanpa perlu kita cari lagi segala macam alasan untuk membenarkan posisi kita karena sejak awal kita telah menetapkan jika keuntungan menurun maka kita harus menjualnya. Sederhana bukan?
  4. Kondisi Makro Ekonomi yang Tidak mendukung Investasi di pasar saham => Pasar saham bukanlah tempat yang tepat untuk anda melakukan investasi ketika ekonomi sedang berada di masa kesusahan. Sejarah mencatat sudah 6 kali Indonesia mengalami kesusahan besar semenjak pasar saham berdiri dan selama kali itu juga pasar saham tidak pernah bergerak naik ketika masa kesusahan tiba. Jadi jangan melawan trend ini, keluarlah dari pasar saham ketika ekonomi terlihat sakit atau sedang bermasalah. Tidak ada gunanya anda melawan trend besar ini sekalipun anda beritikad menjadi Investor besar. Hanya ketika badai telah berlalulah kita dapat kembali menaman dan tanaman itu bisa berbuah lebat.
sumber milis J-Trader - JV

Rabu, 10 April 2013

Keuntungan Backdoor Listing


Kalau mau IPO melalui rule resmi, butuh waktu yang lama karena ada due diligence dan paperwork, dan lainnya. Waktu yang dibutuhkan mungkin bisa setahun lebih, karena harus memenuhi persyaratan-persyaratan, harus menghitung fee besar untuk penjamin emisi, dsb.

Keuntungan backdoor tentunya jauh lebih mudah untuk mendapatkan status public company.

Tujuan selanjutnya :
  1. bisa right issue nanti ke depan untuk mendapatkan modal baru.
  2. bisa juga mengeluarkan warrant untuk nanti diexercise
  3. mempermudah untuk mendapatkan pinjaman bank ataupun pinjaman dari perusahaan lain
  4. karena stock lebih liquid di capital market, maka umumnya lebih gampang untuk nanti kedepan mereka jual ke investor baru melalui placement dsb, tentunya dgn valuasi besar
  5. untuk emiten yg agak nakal, bisa saja mereka ikut main di stock market dgn menggoreng saham mereka dan kemudian exit dgn profit besar. Biasanya ini dilakukan dgn menggunakan nama-nama yang berbeda
  6. kemungkinan menggunakan stock option plan untuk manajemen dan karyawan ( ESOP/MSOP)
  7. bisa melakukan corporate action lainnya seperti konversi utang ke saham, dsb
  8. lebih mudah menjual obligasi kalau sudah public company karena lap keuangan sudah transparan
Jika masih ada silahkan tambahkan di komentar ya.

sumber milis J-Trader - Steve

Senin, 08 April 2013

Menentukan Target Harga Bagi Trader


Beberapa cara menentukan target harga dari beberapa pakar adalah :
  1. menggunakan beberapa chart pattern seperti doubel top, double bottom, tripple top, tripple bottom, M pattern, W  pattern, symetric triangle , ascending triangle, descending tringale, head and shoulder, Cup and Handle. 
  2. menggunakan Fibonacci Projection dan Fibonacci Retracement baik target harga maupun target waktu.
  3. menggunakan Elliott Wave (Elliott Wave Prognosis).
  4. menggunakan pola-pola Candlesticks Bottom Reversal maupun Candlestiks Top Reversal.

Kamis, 04 April 2013

Pengelompokan Investor

Diambil dari Buku Happy Investing “White Edition” pada halaman 186:
Pada kesempatan gathering dengan para member dari J-club dan member fan page Happy Investing (anda juga dapat bergabung di alamat www.facebook.com/HappyInvesting) maka seorang peserta datang pada penulis dan mengajukan pertanyaan yang cukup penting untuk diperhatikan oleh setiap investor. Pertanyaan dari peserta tersebut adalah, “Pak JV berapakah persentase dana yang sesuai untuk ditempatkan oleh seorang investor pada sebuah saham?”. Pertanyaan tersebut cukup menarik perhatian penulis karena umumnya pertanyaan ini adalah pertanyaan yang menandakan bahwa investor tersebut telah berada dalam periode ketiga dari empat periode yang akan dilalui oleh seorang investor selama perjalanan investasinya.
Sebagai catatan bagi para pembaca sekalian pada periode pertama, atau yang disebut masa perkenalan, dari perjalanan investasi seorang investor maka umumnya pertanyaan yang sering diajukan adalah “Saham apakah yang harus saya beli?”. Mereka yang ada pada periode ini umumnya adalah para pemain baru di pasar modal yang masih sangat optimis dan menganggap pasar modal adalah tempat paling mudah di muka bumi ini untuk seseorang menjadi kaya raya. Kegiatan utama dari para investor yang ada dalam tahap ini adalah mencari rekomendasi sebanyak-banyaknya untuk mereka dapat merasa nyaman karena mereka membeli sesuatu yang telah direkomendasikan oleh orang lain. Bahkan tidak jarang banyak dari mereka yang ada pada tahap ini akan berusaha mencari pendukung atas keputusan investasi yang telah diambilnya. Umumnya para investor baru akan berada di tahap ini antara satu hingga dua tahun sebelum mereka akan menyerah karena rugi besar atau menyadari bahwa sebuah rekomendasi saja tidak cukup untuk dapat berhasil di pasar saham yang terkenal sangat kejam ini.
Selanjutnya apabila seorang investor berhasil melalui tahap perkenalan diatas maka berikutnya ia akan masuk dalam peride pemahaman. Pada periode pemahaman ini maka pertanyaan yang biasanya akan diajukan oleh investor kepada penulis adalah “Mengapa bapak memilih saham tersebut?” atau “Apakah faktor pendorong kenaikan/penurunan harga sebuah saham?”. Bagi mereka yang ada pada tahap ini maka sebuah penjelasan dan alasan menjadi lebih penting dibandingkan dengan sebuah rekomendasi. Hal ini terjadi karena investor yang berada pada tahap ini telah menyadari bahwa ada faktor dibelakang layar yang lebih penting untuk diperhatikan dari sekedar kenaikan atau penurunan harga sebuah saham saja. Dengan memahami hal ini maka investor percaya bahwa mereka akan dapat mengalahkan pasar apabila mereka dapat mengerti faktor penggerak utama dari pergerakan harga saham tersebut. Periode ini dapat berlangsung antara 2 hingga 5 tahun tergantung kepada kesediaan investor tersebut menginvestasikan waktunya untuk mempelajari pasar saham secara mendalam.

Setelah melalui kedua tahapan diatas maka selanjutnya investor akan masuk kedalam tahapan ketiga yang disebut dengan tahapan pengelolaan. Investor yang berada pada tahap pengelolaan ini umumnya adalah meraka yang telah memahami bahwa adalah tidak mungkin bagi seorangpun di dunia ini untuk selalu bertindak dan memilih dengan benar, terlebih apabila itu berkaitan dengan sebuah keputusan investasi. Jadi bagaimana? Apakah ini berarti kita harus berhenti untuk berinvestasi? Tentu tidak, mereka yang berada dalam tahapan ini mengerti benar bahwa dengan pengelolaan yang tepat maka mereka setidaknya dapat memilih beberapa pilihan yang terbaik sehingga dengan demikian mereka dapat memperoleh kemungkinan benar sebesar-besarnya. Para pembaca buku Happy Investing seri kedua ini diharapkan dapat menjadi investor golongan ketiga ini setelah membaca dan mengaplikasikan metoda dan cara yang ada di dalam buku ini.
Tahapan terakhir yang menjadi tahapan puncak dalam perjalanan investasi seorang investor adalah periode penilaian dimana investor dapat melihat sebuah investasi dari nilai yang terkandung dalam investasi tersebut. Kita tidak akan membahas investor pada periode keempat ini dalam buku kedua ini. Pembahasan lebih lanjut akan dari hal ini akan dilakukan pada buku Happy Investing seri ketiga yang secara khusus membahas tentang cara atau metoda valuasi pada berbagai instrumen investasi.
Kembali kepada pertanyaan dari peserta gathering sebelumnya maka untuk menjawab pertanyaan dari investor periode ketiga ini penulis pun menjawabnya kembali dengan sebuah pertanyaan, “Berapakah waktu yang bapak miliki untuk memonitor investasi bapak?”. Dari pertanyaan inilah kita akan mulai pembahasan kita tentang cara investor untuk mengatur porsi dananya dalam sebuah saham dalam portofolio investasinya. .... dan seterusnya seperti pada buku Happy Investing “White Edition” ....
sumber : milis J-Club - JV

Minggu, 10 Maret 2013

Telur dan Keranjang


  • Jika bursa saham sedang downtrend, saatnya beralih ke instrumen pendapatan tetap, seperti reksadana pendapatan tetap, deposito, ORI, USD

Kaleidoskop 2013

  • Februari 2013
  • Tanggal 20, emas = 1564.30
  • Maret 2013
  • Sequester, IHSG sudah 4874.49
  • April 2013

Chart Batubara

CMIIW (hilangkan 1 dot di ..com)

  1. http://www.barchart..com/chart.php?sym=LQH13&style=technical&template=&p=DO&d=M&sd=&ed=&size=M&log=0&t=LINE&v=2&g=1&evnt=1&late=1&o1=&o2=&o3=&sh=100&indicators=&addindicator=&submitted=1&fpage=&txtDate=#jump
  2. http://www.indexmundi..com/commodities/?commodity=coal-australian&months=120
  3. http://ycharts..com/indicators/australia_coal_price/chart#series=type%3Aindicator%2Cid%3Aaustralia_coal_price%2Ccalc%3A&format=real&recessions=false&zoom=5&startDate=&endDate=

Senin, 25 Februari 2013

Ini Dia Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya dan Orang Biasa

  1. Orang Biasa Berpikir Soal Menabung, Orang Kaya Berpikir Meningkatkan Pendapatan
  2. Orang Biasa Menganggap Berwirausaha Sebagai Risiko, Orang Kaya Berwirausaha Untuk Jadi Kaya
  3. Orang Biasa Melihat Uang Secara Emosional, Orang Kaya Melihat Uang dengan Logika
  4. Beda Cara Mencapai Target Antara Orang Biasa dengan Orang Kaya
  5. Orang Kaya Tidak Dikendalikan Oleh Keinginan